Sang Penakluk Malam

Bersimpuh di balik kehangatan embun yang meretas erat di selubung bumi

Kerinduan akan secercah lentera menghelakan nafas surgawi

Beranjak dari keheningan sebuah peninggalan sang mentari

Aku beradu dalam kelumpuhan pekatnya kisi kisi hati

Biduk iramaku yang tersembunyi

Mengharubiru segala kehampaan yang membumbui hari

Jalanku tak lagi panjang untuk mu menemani

Tapi kini di penghujung hari

Selalu ada noktah merah perigi

Memakan usang segala bentuk peninggalan musim semi

Inikah tempatku terbaring diatas altar cinta yang suci???

Ditinggalkan dan dihempaskan kecantikan seorang putri

Kisahku tak kan lagi harum di pagi nanti

Hanya lumur berdarah darah di pucuk2 melati

Pun kan cepat menguap teriknya sang mentari

Aku bukan pahlawan di siang hari

Di kegelapan yang telah aku lewati

Aku berharap bertemu kisah cinta para bidadari

Mengajakku dalam tarian cinta tak terhenti

Tapi selalu tidak malam ini

Tidak kali ini, tidak saat ini

Mungkin di lain hari

Saat aku terbangun lagi di tenggelamnya hari

Menaklukan malam2 panjang di penghujung hati

Advertisements
Comments
3 Responses to “Sang Penakluk Malam”
  1. anotherorion says:

    makasih smuanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: