Sang Hitam; Puisi terakhirku untuknya

Apa yang lebih buruk dari perasaan kehilangan??

Yaitu ketika kita terpaksa membiarkannya untuk hilang

Apa yang lebih mengesalkan dari kemunafikan???

Yaitu ketika kita jujur mengakui kemunafikan itu

Apa yang membuat kita lebih hancur dari kehampaan??

Yaitu ketika kita mengacuhkannya dari kehampaan

Tapi begitulah jalanku….

Ketika aku harus menutup sebuah pintu yang teramat indah untukku…

Aku merenggut tubuhnya ke dalam bingkai bayangan

Ke dalam lensa cekung teramat dalam

Mencekatnya…

Menyumbatnya hingga mati tak bersuara

Aku berjalan dalam caci maki kesunyian dan kehampaan

Dalam kegelapan yang tak sudi kalian jamah

Aku….

Terpenjara dalam penyesalan akan kejujuran yang kuucapkan

Puisi terakhir yang membunuh air matanya

Takkan satupun memelukku

Takkan satupun menyapaku

Tapi disinilah kesendirianku

Disinilah kalian menemukan penjahatnya

Disinilah kalian bertemu pembunuhnya

Disinilah kalian menjumpai aku; Sang Hitam

Comments
7 Responses to “Sang Hitam; Puisi terakhirku untuknya”
  1. katerinas says:

    keren!!numpang copas ya

  2. adee04 says:

    puisi terakhir?berarti g ada lg yg lain ya

  3. ihinclp says:

    selamat jalan

  4. anotherorion says:

    @katerinas: silahkan@adee: buat km msh ada kok@lik ihin: sangune ndi?

  5. beranda says:

    ada penyair disini toh….nice poem…^__^

  6. tromfranx says:

    i like dheat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: