INDONESIAKU, bagaimana denganmu?

Agustus, bulan yang selalu identik dengan dirgahayu kemerdekaan kita. Bulan yang sakral untuk seluruh bangsa Indonesia. Mengenang fase puncak perjuangan bangsa ini terhadap pendudukan penjajahan Jepang.

Tapi apa makna dari kemerdekaan ini bagi masyarakat Indonesia dewasa ini? apakah hanya sekedar legalitas atas pengakuan sebagai bangsa yang berdikari?

Masih ingatkah kita kisah2 heroik sejarah perjuangan bangsa ini? puluhan ribu pahlawan telah berjuang dan mengorbankan kemerdekaan mereka untuk mengantarkan kita pada apa yang kita sebut kemerdekaan. Namun sikap patriotis dan nasionalis masyarakat kita tampaknya memang jauh dari kata ideal. Hanya sekedar menghargai perjuangan para pahlawan atau bahkan melestarikan sikap perjuangan mereka pun belum tentu ada dibenak orang2 kita.

Sebagai bangsa yang besar dan berdaulat kita memiliki lebih dari sekedar kekayaan alam, kita memiliki hampir semua resources yang kita butuhkan untuk menjadi bangsa yang paling kuat dan sejahtera. Namun disinikah kita? Berapa banyak kekayaan alam kita dihisap oleh sistem kapitalis negara2 asing. Belum dihitung kekayaan budaya yang kini berpindah tangan di negara sebelah.

Banggakah anda menjadi seorang Indonesia?

Ketika pertanyaan itu diarahkan pada anda, mungkin anda akan menjawab dengan sangat patriotis dan idealis, meskipun mungkin hanya sedikit yang melekat ditubuh anda adalah produk dalam negeri. Anak2 muda kita cenderung mengikuti tren busana dan gaya hidup ala barat. Etika kesopanan, keramahan dan unggah ungguh yang menjadi ciri khas budaya kita hampir tidak dijumpai dalam suasana hedonis warga perkotaan.

Kesan sangat Indonesia justru terlihat dari orang2 kecil, yang termarjinalkan oleh kebijakan2 pemerintah kita. Merekalah yang masih pantas disebut orang2 Indonesia, selalu menggunakan produk dalam negeri karena memang tidak mampu membeli barang import, masih menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal. Tapi hanya sedikit dari kita menganggap mereka lebih Indonesianis dibanding kita yang lebih akrab dengan merk macam Mc Donald, Rip Curl, Carrefour, Hugo’s.

Di Multiply saya mengenal seorang blogger yang ternyata sangat Indonesianis. Pace Soleno, begitulah dia disapa, dilihat dari posting2annya yang mengupas kekayaan alam dan budaya Papua. Absolutely kesan cinta tanah air begitu dalam. Memang dia hanya mempostingkan kekayaan alam dan budaya salah satu daerah di Indonesia, yaitu Papua. Tapi berapa banyak dari kita yang mengangkat tema kekayaan alam dan budaya kita sebagai “roh” dalam setiap tulisan kita?

Seandainya semua blogger memiliki kemauan untuk mengangkat tema kekayaan lokalnya sebagai salah satu bentuk kecintaannya pada negara ini seperti apa yang dilakukan Pace Soleno dengan kekayaan Papuanya, entah mengangkat potensi batik, wayang, tarian daerah, potensi wisata lokal, tentu kekayaan dan budaya daerah sebagai identitas bangsa ini tidak akan sirna ditelan arus globalisasi atau dicuri terus menerus oleh bangsa lain.

Comments
7 Responses to “INDONESIAKU, bagaimana denganmu?”
  1. wendydiana83 says:

    Wah setuju Mas… seandainya saja banyak yang mengemukakan cintanya seperti http://soleno.multiply.com hmmm bangga…tentunya kita harus bangga … walaupun negara kita saat ini sedang “sakit” semoga saja makin baik… Dan kita perlu orang2, anak2 muda yang cinta sama negeri ini… walaupun kita belum sepenuhnya merdeka, tapi mari dengan lantang kita katakan “MERDEKAAAA!!!”

  2. anotherorion says:

    wendydiana83 said: Wah setuju Mas… seandainya saja banyak yang mengemukakan cintanya seperti http://soleno.multiply.com hmmm bangga…tentunya kita harus bangga … walaupun negara kita saat ini sedang “sakit” semoga saja makin baik… Dan kita perlu orang2, anak2 muda yang cinta sama negeri ini… walaupun kita belum sepenuhnya merdeka, tapi mari dengan lantang kita katakan “MERDEKAAAA!!!”

    Iya mba, salut untuk generasi muda yang mau mencintai kekayaan dan budaya sendiri

  3. sogenkhu says:

    masih ada kq mas shbt blogger kita yg selalu mengupas budaya daerah.. http://reskihasan.multiply.com

  4. miftamifta says:

    Sebagai warga negara Indonesia yang sedang tidak di tanah air saat ini, saya sangat bangga dengan negara Indonesia.Bahkan sebisa mungkin produk2 yang saya gunakan pun dari tanah air pula.JKFSDIRGAHAYU INDONESIA KE-64MERDEKA

  5. radixwp says:

    Budaya Indonesia itu bermacam2. Ada yg merupakan budaya asli Indonesia. Ada juga budaya2 asing yg datang dari luar, misalnya budaya Hindu, budaya Tionghoa, budaya Islam, dan budaya Barat. Semuanya melebur dlm proses asimilasi selama belasan abad.Yg perlu diwaspadai skrg adlh munculnya stigmatisasi thd salah satu budaya yg berasal dari luar, sementara ada budaya yg juga berasal dari luar diagung2kan melebihi budaya2 lain.

  6. anotherorion says:

    budaya yang masuk dimasa silam sudah menjadi bagian dari kearifan lokal dan membentuk karakter kedaerahan, suka atau tidak suka, apakah budaya yang kemudian datang selanjutnya sesuai dengan kearifan lokal itu?jika sesuai why not, jika tidak g usah diterima. bersikap selektif perlu dikedepankan

  7. anotherorion says:

    @sogenkhu: ok ntar saya coba kunjungan kerja ke link itu,hehehehe. makasih buat infonya@miftamifta: iya jangan lupa klo pulang kampung nitip oleh oleh 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: