Simphony Pagi

Pagi yang lembut…Dimana sang kabut masih erat memeluk embun dipucuk daun Pelupuk mata ini masih tetap tertutup….Menunggu aroma belaian telapak tanganmu Kicau burung pagi bermadu dengan riuhnya semburat sinar mentari yang menembus rerimbunanMemanggilku untuk membawamu ke dalam simphony pagi iniBerlari dan menariMenawarkan energi pada ilalang rapuh yang kami sentuh… Mawar itu masih terlalu malu untuk … Continue reading