Motivasi: sebuah harga yang mahal

Pernah merasa klo lingkungan kita berubah, orang2 disekitar kita juga berubah, lain dulu lain sekarang lain lubuk lain ikannya…halah. Pada intinya merasa dunia begitu cepat berjalan yang dulu ingusan cengeng eh sekarang dah cuantik cuantik, yang dulu oon paling urakan sekarang dah punya anak 2, yang dulu ngga lulus SMP sekarang dah merintis usaha…bla bla bla bla…

Kadang ngerasa hanya diri kita yang terlambat berubah, di saat orang lain sudah berjalan ke bulan disini masih sibuk ngurus kuliah, yah aku pikir ini bukan hanya sebatas perasaan tapi sesuatu yang nyata adanya(duh banyak huruf N nya nih mencet keyboardnya kudu keNceng!!)

Kemarin sempet chat dengan temen baru di fb, ngomongin tentang self motivated, ternyata dia bukan seorang yang suka dengan para motivator dunia semacam robert kiyosaki, bapak anak covey, sampai yg lokalan, menurutnya banyak orang membeli buku2/mengikuti workshop para motivator tersebut namun hanya sedikit dari mereka yang berhasil dalam dunianya.

Berapa banyak orang berburu buku pengembangan diri, berapa banyak orang berebut hanya untuk menghadiri seminar para motivator dengan biaya yang tidak murah, namun tidak ada yang mampu menghasilkan hasil maksimal dari perburuan tersebut.

Yup selama ini aku sering membaca buku2 pengembangan diri, halaman demi halaman, poin demi poin bahkan catatan2 yang ada disana, tapi aku kurang berhasil menerapkan saran2 tersebut untuk aku aplikasikan dalam duniaku sebenarnya apakah ini karena aku begitu tolol hingga tidak mampu mencerna poin2 inti yang dijabarkan dalam ratusan kalimat di buku2 itu??

Aku menyadari itu bukan karena kesalahan para motivator itu yang tidak becus mengubah mindset pengagumnya, mereka hanya berbagi kisah tentang dunia dan perjuangan sedangkan konsumennya hanya tertarik pada kata2 manis dan filosofinya saja, yah buat aku lebih mahal harga kemauan kita untuk berubah dibandingkan harga buku2 dan tiket seminar para motivator dan itu tidak pernah bisa terbeli oleh pundi2 materi yang dihasilkan oleh manusia.

Comments
16 Responses to “Motivasi: sebuah harga yang mahal”
  1. ivoniezahra says:

    Kok gak nyambung ama judulnya, rio?Kirain harga cabe di pasar yg mahal ato gula :-Pyup, tergantung seberapa besar niat untk mencpai hasilnya 🙂

  2. anotherorion says:

    ivoniezahra said: Kok gak nyambung ama judulnya, rio?Kirain harga cabe di pasar yg mahal ato gula :-Pyup, tergantung seberapa besar niat untk mencpai hasilnya 🙂

    hooh yo mbak, ga nyambung sama depannya x, yah berubah ki ternyata angel yo mbak merubah kebiasaan jelek ae susahe pol, padahal wis sadar nek itu salah

  3. ivoniezahra says:

    Memang. Dan itu btuh proses..

  4. anotherorion says:

    ivoniezahra said: Memang. Dan itu btuh proses..

    heeh mbak heu heu heu….puffffffffffffffff

  5. ramanefatih says:

    halah ntut burutlah para motivator, sing penting nyongtah egin percaya omonge wong tuwa “nek gelem ongkek ya bakal nyekek”kakehen motivasi bisa menyebabkan mativasi dan impotensi lho kang…

  6. elok46 says:

    kalo gak ada kemauan percuma saja membeli bukunya denger celotehnya paling masuk kuping kanan keluar kiribeda klo ada kemauan wekeke

  7. rawins says:

    Pas di Jakarta aku pernah ikut di perusahaan milik seorang motivator terkenal kaliber nasional. Ternyata secara internal perusahaan jauh banget dari isi ceramah-ceramahnya. Katro berat pokoke lah…

  8. anotherorion says:

    ramanefatih said: kakehen motivasi bisa menyebabkan mativasi dan impotensi lho kang…

    waduh waduh luwih bahaya daripada ngrokok brarti lik??

  9. anotherorion says:

    elok46 said: kalo gak ada kemauan percuma sajamembeli bukunya denger celotehnya paling masuk kuping kanan keluar kiribeda klo ada kemauan wekeke

    bener lok semua harus dimulai dari diri sendiri

  10. anotherorion says:

    rawins said: Pas di Jakarta aku pernah ikut di perusahaan milik seorang motivator terkenal kaliber nasional. Ternyata secara internal perusahaan jauh banget dari isi ceramah-ceramahnya. Katro berat pokoke lah…

    berasa tuku kucing dalam karung ora kang?

  11. semua berawal dr diri kt sendiri..

  12. anotherorion says:

    hubuthulqolbi said: semua berawal dr diri kt sendiri..

    bener mbak yu thats right

  13. naniejumari says:

    motivator tuk dri adalh impian yg ingin dicapai,,, hehee.. numpang nampang nampung… hehee

  14. anotherorion says:

    naniejumari said: motivator tuk dri adalh impian yg ingin dicapai,,, hehee.. numpang nampang nampung… hehee

    yups monggo salam kenal aja y

  15. larass says:

    Ku juga suka baca2 buku pengembangan diri dan memang benar betapa sulitnya utk menerapkan pd diri kita jika memang tdk sesuai dgn nurani. Semua kembali pd msing org, kebutuhan dan kemampuan.

  16. anotherorion says:

    larass said: Ku juga suka baca2 buku pengembangan diri dan memang benar betapa sulitnya utk menerapkan pd diri kita jika memang tdk sesuai dgn nurani. Semua kembali pd msing org, kebutuhan dan kemampuan.

    ia laras be yourself kita sendiri yang paling tau potensi dan kekurangan kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: