Suerr…. Ini bukan posting tentang Ariel

Ketika teknologi dan gaya hidup menyerbu kita, kita sering mengalami apa yang disebut temenku teknogrogi, yaitu ketidakmampuan kita mengimbangi perubahan. Ketidak mampuan itu bisa berupa gaptek, atau juga malah kebablasan. Klo beberapa tahun kemaren pulang ke kampung orang disana masih gaptek sama yang namanya Mp3 player, pegang hape blutuk aja gumun, sekarang malah kebalik, jangankan Internetan, FB, blutut, video2 syur bikinan sutradara kampung pun dengan mudah bertebaran via blutut. Heran juga dengan perubahan remaja2 kampung jaman sekarang klo jamanku SMP saja penyakit kulit macem panu, korengen, ketombenan masih jadi trendsetter, anak sekarang justru tampil layaknya artis2 ibukota yang nyasar di kampung. Giliran diajak ngomongin teknologi yang agak teknis sinyalnya langsung ilang, Jan Hueeeebaaattt tenaaannn

Food, Fashion dan Fun, tiga jenis perubahan inilah yang paling banyak terasa dari kehidupan gaul anak muda kita. Dari lebih suka mengkonsumsi junkfud (gapapa makan junk yang penting bahasanya import), style fashion yang uptodate, n terakhir Yang penting happy

Perubahan ini tidak lepas dari pengaruh perkembangan informasi dan komunikasi yang hampir ada di semua lini, dan buat aku aktor utama perkembangan informasi ini masih tetap ada di pertelevisian kita. Meskipun pengguna ponsel, facebook maupun internet semakin hari semakin meningkat namun tidak menggantikan peran televisi sebagai media utama di negeri ini. Forum2 Internet semacam kaskus, maupun situs pemberitaan Detik, Okezone, Vivanews memang menjadi tempat yang sangat dinamis untuk berita2 terhangat tapi cakupan ketersediaan aksesnya belum mampu untuk mengalahkan kemampuan televisi dalam menyebarkan informasi tersebut ke masyarakat yang lebih luas. Banyak perubahan2 sosial di masyarakat kita cenderung mengikuti trend pertelevisian, televisilah yang paling banyak memberikan teladan gaya hidup anak muda sekarang. Tanpa televisi mungkin kita nggak akan ngeh dengan adanya fesbuk, style rambut ala kangen band, atau kenalan sama lagu2 dari band2 antah berantah.

Apalagi acara televisi kita semakin hari semakin jor joran dan mulai tidak mengindahkan etika2 baik etika jurnalistik maupun etika yang berlaku di masyarakat kita. Beragam tayangan dari yang saru, nyebai, njijiki semakin merajalela. Padahal apa yang ada di televisi merupakan patron terbesar bagi pola pikir remaja kita. Klo jaman dulu yang namanya orang mabok, itu kesannya brandal sekarang gaul cuma gara2 ada acara ultah artis di diskotek, klo cowo main sama cewe sampe larut malem itu pamali sekarang klo ga sampe diajak nginep ga asik.

Berita kejahatan semakin hari terasa semakin banyak, kenapa??? Yup betul, bukan karena apa2 tapi karena diberitakan, semakin banyak berita kejahatan yang diberitakan semakin banyak orang menganggap kejahatan adalah hal lumrah, manusiawi. Demo anarkis, semakin hari semakin banyak karena para pendemo menganggap anarkisme adalah bagian dari demo. Banyak anak muda yang lebay karena ngikut tradisi lebayan yang sering diperagakan Tukul, Ruben, Olga sama I.Gun Semakin banyak video mesum ariel peterporn bertebaran kenapa? ya karena diberitakan!!!! Coba kalo minimal inpotaiment dan televisi nggak ikut2an mengangkat tema ini tentu orang yang nyari, ndownload atau sekedar bikin jebakan betmen ngga sebanyak sekarang.

Yang aku heran tuh sama inpotaiment, klo ada artis nyolong, berantem, ngamuk, madat, selingkuh, cere kayake masih tetep aja dialem2, dielus2. ntar klo dah nginjek kaki wartawan aja baru pada heboh “pelanggaran HAM….!!!!”.

Bukan berarti televisi tidak boleh memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kejahatan dan penyimpangan sosial tapi setidaknya diaturlah jam tayangnya. Tayangan yang mengandung unsur kekerasan, baik secara visual maupun audio (cuplikan adegan syur, ucapan2 saru Olga, Tukul Cabul, tayangan mistis termasuk) hendaknya ditayangkan diatas jam 11 malam. Bukan seperti sekarang, dimana berita pembunuhan, pemerkosaan dari pagi siang sore malam bisa dilihat anak2 tanpa ada filter.

Jaman mbah Harto saja televisi kita masih bisa sopan kenapa begitu reformasi malah jadi urakan??? Televisi seharusnya memiliki tanggung jawab lebih terhadap pengaruh sosial yang timbul dari tayangan2nya. Namun baik pihak televisi maupun pemerintah terkesan menutup mata dari hal ini. Inisiatif gerakan untuk tidak menonton TV atau meniadakan televisi di rumah memang tindakan efektif namun lebih bersifat perorangan, dan susah dijalankan secara komunal. Setidaknya ada tiga alternatif yang bisa diambil pemerintah untuk mengendalikan sikap masa bodoh pelaku pertelevisian ini tanpa harus melakukan denda yang bisa saja malah dimakan oleh Gayus2 kesiangan

Pertama, Bukan rahasia jika harga iklan di jam prime time adalah yang termahal di televisi, karena rata2 penonton televisi sedang menyaksikan tayangan TV. TV berlomba memasukan acara terbaiknya di jam2 tersebut dan para pemasang iklan rela menggelontorkan lebih banyak uang untuk ikutan mejeng. Pemerintah/KPI bisa menggunakan Sanksi Dilarang Tayang Pada Jam Prime Time (jam 6 – 9 malam) untuk televisi yang melakukan pelanggaran berat pada salah satu produk acaranya (Majang gambar semut bures/jam digital selama 3 jam)

Dua, Penghentian/Pelarangan Acara Bersangkutan dan Sejenis ( Acara 4 mata dengan mudahnya berubah menjadi bukan 4 mata) hanya karena yang dilarang hanya acara bersangkutan. Sebagai gantinya televisi harus menyediakan acara yang bersifat edukatif selama beberapa waktu tertentu di jam yang bersangkutan/menyesuaikan sifat acara

Tiga, Kompensasi Penayangan Iklan Sosialisasi Pemerintah di jam2 Prime Time. Banyak kasus gas meleduk dimana2 karena tidak adanya sosialisasi yang baik dari pemerintah, “bantuan khusus” dari televisi ini bisa digunakan sebagai kompensasi kelalaian ketika televisi melakukan pelanggaran.

Perubahan memang tidak untuk dilawan tapi setidaknya bukan berarti kita ikut jor2an dalam setiap kondisi yang ada, termasuk dal
am hal ini kita perlu menertibkan sikap jor2an televisi supaya informasi yang ada bisa disampaikan secara proporsional, tanpa harus mengakibatkan kegaptekan ataupun kebablasan yang ditiru para penontonnya.

Advertisements
Comments
44 Responses to “Suerr…. Ini bukan posting tentang Ariel”
  1. hehe..makanya jgn cuma casing doank ya bro

  2. anotherorion says:

    andreiarshavine said: hehe..makanya jgn cuma casing doank ya bro

    heeh suka repot klo liat anak di kampung dandan dah kayak anak kota diajak ngomong agak berat dikit langsung diskonek

  3. anotherorion says:

    don4arok said: hmmm…loh

    semoga bukan sedang mencari ariel disini n_n

  4. don4arok says:

    hahaha…ngeliat fotonya dikira ariel…jadi berkunjung deh…hmm…yups

  5. katerinas says:

    Haha rambut gaya kangen band yg kayak cowok2 jepang tu ya?Stuju ttg wartawan yg pelanggaran ham dan disayang2…

  6. anotherorion says:

    don4arok said: hahaha…ngeliat fotonya dikira ariel…jadi berkunjung deh…hmm…yups

    hehe itu emang ariel mau kondangan ke rumah betmen

  7. katerinas says:

    ariel peterpan k***ratAriel sharon s***ratHehehe….

  8. anotherorion says:

    katerinas said: Haha rambut gaya kangen band yg kayak cowok2 jepang tu ya?Stuju ttg wartawan yg pelanggaran ham dan disayang2…

    Hehehe klo di jepang namanya harajuku, tapi coz di Indonesia namanya jadi gaya Kangen Band deh mbakIa nih mbak wartawan infotainment emang nyebelin, parah

  9. anotherorion says:

    katerinas said: ariel peterpan k***ratAriel sharon s***ratHehehe….

    ariel peterpen k-ETU[p]atariel sharon lagi makan apaan dong mbak???

  10. katerinas says:

    Ariel sharon sekarat, dah 4 taon koma blm mati2

  11. rawins says:

    media pancen affu lah…

  12. anotherorion says:

    katerinas said: Ariel sharon sekarat, dah 4 taon koma blm mati2

    sayangnya penggantinya ngga kalah kejam mbak, kayake ga abis2 stok pemimpin jahat di Israel ck ck ck

  13. anotherorion says:

    rawins said: media pancen affu lah…

    seperti biasane nek nonton bal balan kang, lebih baik kita nonton penonton

  14. cahpamulang says:

    sumpah, aku malah belum sempat baca.ehehe

  15. anotherorion says:

    cahpamulang said: sumpah, aku malah belum sempat baca.ehehe

    hehehehe gpp bro yang penting komen (halahhhh)

  16. cahpamulang says:

    huhuh, loadingnya ditempatku berat tenansing penting koment ya

  17. anotherorion says:

    cahpamulang said: huhuh, loadingnya ditempatku berat tenansing penting koment ya

    okeh okehdisini juga koneksinya kembang kempis hehehe

  18. restudessy says:

    jangan ada tv aja kali ya di rumah, biar aman.

  19. rawins says:

    anotherorion said: seperti biasane nek nonton bal balan kang, lebih baik kita nonton penonton

    itu mah kalo nonton wayang…alesane nonton sing nonton. padahal cari tukang kipyik…

  20. jatiagung says:

    dol baen tipine lah…

  21. vira80 says:

    pagi2 di ksh sarapan tipi… HfffUdah anak sendiri jgn di ksh tipi, sandingin kompi srkalian huehuehue

  22. vira80 says:

    orng kita mah biasa ribut2 gak ribut ga zaman

  23. henidebudi says:

    Jiaaaahhhhh kecewaHahahaha

  24. nicenonk says:

    Yaaa,integrasinya tiap org kn beda,non….Harusnya tiap perkembangan apa aja butuh bimbingan biar gak salah penggunaan.Apalagi anak kecil.

  25. dekmaniezt says:

    :”> anak mudah jaman sekarang

  26. gerings says:

    dunia silibritis lik….

  27. anotherorion says:

    restudessy said: jangan ada tv aja kali ya di rumah, biar aman.

    di titipin di penjualan barang bekas aja mbak tipinya hehehe

  28. anotherorion says:

    rawins said: itu mah kalo nonton wayang…alesane nonton sing nonton. padahal cari tukang kipyik…

    nyong kalahan nek kipyik, tapi trik e nek ana sing pasang gede nang abang dewek pasang cilik nang ireng mesthi menange hehehe

  29. anotherorion says:

    jatiagung said: dol baen tipine lah…

    genti laptop baen kang

  30. anotherorion says:

    vira80 said: pagi2 di ksh sarapan tipi… HfffUdah anak sendiri jgn di ksh tipi, sandingin kompi srkalian huehuehue

    ngegame baen mengko ngasi matane modod

  31. anotherorion says:

    vira80 said: orng kita mah biasa ribut2 gak ribut ga zaman

    ora ribut ora rame

  32. anotherorion says:

    henidebudi said: Jiaaaahhhhh kecewaHahahaha

    yah mbak heni kan dah dibilangin bukan postingan ariel hehehe

  33. anotherorion says:

    nicenonk said: Yaaa,integrasinya tiap org kn beda,non….Harusnya tiap perkembangan apa aja butuh bimbingan biar gak salah penggunaan.Apalagi anak kecil.

    yup yup karena itulah pemerintah harus berani galak klo da tipi2 yang tayangannya ndak bener

  34. anotherorion says:

    dekmaniezt said: :”> anak mudah jaman sekarang

    jaman dulu penyakitnya cenderung penyakit kulit jaman sekarang penyakitnya penyakit otak

  35. anotherorion says:

    gerings said: dunia silibritis lik….

    genah koh tambah dipoles malah tambah reget

  36. gerings says:

    videone ariel mbi aming wis olih Yo..?

  37. ekamaharani says:

    Ikut prihatin :(Thanks infonya Priyo…sekarang apa yang bisa lakukan untuk membenahinya ?Mulailah dari diri kita sendiri πŸ™‚ Jangan nonton acara yang gak mutu..mendingan baca2 wikipedia google mencari info2 baru dan ilmu pengetahuan baru πŸ™‚

  38. anotherorion says:

    gerings said: videone ariel mbi aming wis olih Yo..?

    lah paling jebakan betmen kang lagian aming kang?whahahahaha emoh banget

  39. anotherorion says:

    ekamaharani said: Ikut prihatin :(Thanks infonya Priyo…sekarang apa yang bisa lakukan untuk membenahinya ?Mulailah dari diri kita sendiri πŸ™‚ Jangan nonton acara yang gak mutu..mendingan baca2 wikipedia google mencari info2 baru dan ilmu pengetahuan baru πŸ™‚

    yup ran, semua kembali dari keinginan diri kita sendiri untuk mulai memperbaiki diri, biarpun kadang pikiran manusia ga konsisten naik turun tapi toh selama kita memiliki keinginan itu InsyaAllah bisa tercapai.

  40. rirhikyu says:

    media.. media 😦

  41. anotherorion says:

    iya mbak feb miris liat media jaman sekarang

  42. nicenonk says:

    anotherorion said: yup yup karena itulah pemerintah harus berani galak klo da tipi2 yang tayangannya ndak bener

    Jadi, selama ini saya mengira anda…. astaga.Maaf, kang-mas-om-pak. πŸ™‚

  43. anotherorion says:

    nicenonk said: Jadi, selama ini saya mengira anda…. astaga.Maaf, kang-mas-om-pak. πŸ™‚

    eh kenapa mbak??ya sama2 ya mbak x ja saya juga da salahn_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: