Menjadi dewasa

Hari demi hari umur kita berkurang satu demi satu, dari perjalanan yang setahap demi setahap ini kita mulai menemukan dan membentuk apa yang kita sebut pendewasaan baik dari perkembangan secara fisik maupun secara psikis. Teringat sebuah ungkapan “menjadi tua itu pasti menjadi dewasa itu pilihan”, tapi terus terang saya sendiri bingung dengan yang dimaksud dewasa seperti apa? benarkah seorang yang dewasa digambarkan orang yang memiliki wawasan luas dan mampu bersikap bijak terhadap sesuatu?

Lalu, kenapa ketika dewasa sebuah perbedaan pendapat sudah cukup untuk membuat orang saling membunuh? atau mendendam begitu lama? bukankah ketika kita masih anak2 kita terbiasa bertengkar hari ini dan bermain bersama lagi di esok hari? seolah perkelahian itu tidak lebih dari permainan yang biasa kita mainkan dan kita tidak pernah menjadikannya alasan untuk membenci orang lain?? Setiap manusia yang belajar membawa pengetahuan awalnya, dan suatu saat akan bertemu sebuah permasalahan baru, mungkin akan mengubah hipotesis dari pengetahuan awalnya, atau justru makin menguatkan pemahaman akan pengetahuan yang dimilikinya? Tapi kenapa setelah beranjak dewasa, kita sulit memaafkan kesalahan orang lain, terlebih jika harus memaafkan kebenaran orang lain??

Jika dunia ini hanya berwarna hitam saja bukankah kita hanya akan melihat gelap saja? Dan jika dunia hanya berwarna putih bukankah mata kita akan buta karena silaunya?? Biarkan dunia berwarna, biarkan kita berbeda, sama tak selamanya indah, dan berbeda tak selamanya menjadi masalah, tapi kenapa begitu sulit bagi saya memadukan dua warna yang berbeda, merah dan biru mengapa tak bisa hidup berdampingan? bukankah mereka lebih dekat dibandingkan air dan api?? Begitu sulitnyakah membuat seseorang berkaca dari sudut pandang kita? atau sebegitu angkuhkah kita sehingga tidak cukup mampu berempati pada cara pandang orang lain?

Setidaknya, beberapa hari ini saya sedang berusaha berbicara pada diri saya, apakah saya telah dewasa? apakah saya cukup mampu memaafkan kebenaran orang lain? apakah saya cukup berbesar hati untuk mengakui kesalahan2 saya? Tapi untuk memilih bagian mana yang seharusnya berisi warna putih dan mana yang harus saya tumpahkan warna hitam, saya masih cukup sulit menerimanya, dan bagi saya ini dilema, karena setiap opsi memiliki resiko yang sama besarnya, merasakan kehilangan untuk kesekian kalinya, saya hanya ingin memadukannya dan mendapatkan sebuah elegi yang harmonis untuk semuanya, tapi sepertinya elegi itu hanya mampu terlukis di dalam benak saja

Yah mungkin saya masih belum mampu menjadi dewasa, dan masih perlu mencari arti dibalik semua ini

postingan ini serius, suer deh, sedang dalam dilema, dan tak tahu harus gimana hufftttt
Comments
124 Responses to “Menjadi dewasa”
  1. pertamax!tapi udah punya katepe kannn???walaupun ragu2 udah dewasa apa belom… xixiixxx

  2. anotherorion says:

    srisariningdiyah said: pertamax!tapi udah punya katepe kannn???walaupun ragu2 udah dewasa apa belom… xixiixxx

    uwis no mbak, dah pernah mperpanjang KTP kok

  3. ohtrie says:

    oh dewasaaa….wis supit durung mass…?

  4. anotherorion says:

    ohtrie said: oh dewasaaa….wis supit durung mass…?

    sampun no mas thrie, selak alot nek wis tuwo hahaha

  5. Omong2 soal kuwi..awit tgl 7 KTPku wis wayahe perpanjangan

  6. anotherorion says:

    bambangpriantono said: Omong2 soal kuwi..awit tgl 7 KTPku wis wayahe perpanjangan

    awas keno garukan satpol PP hehehehe wis dicepake sik meh digowo mudik mbang?

  7. Hah, nek kae wis bar mbiyen2 le..

  8. anotherorion says:

    bambangpriantono said: Hah, nek kae wis bar mbiyen2 le..

    berarti ki mudik update KTP yo mbang? KTPmu jih malang po semarang?

  9. Yo malang lah..aku gak arep ganti KTP sikwis yo cabut…daaa

  10. anotherorion says:

    bambangpriantono said: Yo malang lah..aku gak arep ganti KTP sikwis yo cabut…daaa

    sip ati2 neng ndalan, salam nggo keluargamu, ditunggu bom 3 kg postingane

  11. nawhi says:

    buseet dah serius n dalam banget ini postingan…mpe ga tau mau komen apa.Kamu habis ikut seminarnya Mario Teguh a Yo? He3

  12. thetrueideas says:

    anotherorion said: apakah saya telah dewasa?

    saya bantu jawab ya mas, sudah…gak perlu ragu!

  13. kangdul says:

    anotherorion said: “menjadi tua itu pasti menjadi dewasa itu pilihan”

    Karena seiring bertambahnya umur kita, bertambah pula pengalaman hidup kita. Ada yang peduli, ada yang tidak sedangkan waktu terus berjalan. Mereka yang dewasa adalah yang memilih untuk peduli, meluangkan waktu sejenak untuk merenung, belajar dan mengambil hikmah dari pengalaman2nya. Baindewai, saka postingane wis ketok yen wis dewasa lho mas.. hehehehe

  14. katerinas says:

    Terkadang kita bisa dewasa terhadap orang lain, tapi belum tentu terhadap diri sendiri. Begitupun sebaliknya. pada saat yang sama, bagi orang lain keadaan ini kadang tidak tepat dengan yang seharusnya. Kadang juga, seseorang menjadi dewasa dalam menyikapi suatu masalah, tetapi ternyata tidak bijak dalam memberikan solusi. Lalu dimana dan kapan kedewasaan itu menjadi sempurna? Tak ada jawaban atas ”kapan”, selain ketika semua pihak mempunyai kemampuan memahami dari segala sisi. Ia tidak ”sendirian” tetapi bersama-sama, sehingga ada kondisi dimana setiap ”akhir” semua menjadi lega, lapang dada, dan berjiwa besar. Saya rasa, dengan kondisi seperti ini, anak2 kecilpun bisa disebut dewasa :)Ketika kehilangan terulang lagi, dan lagi, ia akan menjadi hal yang biasa. Rasa itu lama2 akan menjadi ”mati”. Tetapi tak usah lagi menangisi kehilangan, karena sesungguhnya kita ini memang tidak pernah memiliki apa2. Semua Yg dtg darinya akan kembali padaNya. Tetap semangat ya rio… Ada hikmah di ”Menjemur matahari di probabilitas nol” yang di repost td malam…dari kembaranmu πŸ˜€

  15. vira80 says:

    Bagiku prio udah cukup dewasa dr dulu bngt

  16. vira80 says:

    kpn blk cilacap?

  17. ivoniezahra says:

    dewasa, proses yg tdk berhenti di satu titik πŸ™‚

  18. ramanefatih says:

    urung dewasa lah, urung wani mbojo mbok rika? kaya cah cilik baen, kecing heheh

  19. inyong says:

    Baik kalo mau ngomongin dewasa , hayukkk aja, gini ceritanya orang dianggap dewasa kalo sudah bisa mimpi basah, gitu lho

  20. roebyarto says:

    salah satu tanda dewasa adalah sudah sunat.. wis sunat durung..? wkwkwkwk

  21. puritama says:

    dewasa itu relatif ya? dewasa ucapan, tingkah laku, atau pikiran? (malah ikut2an nanya)

  22. agamfat says:

    Bisa menikmati film dewasa, atau comitted adultery

  23. ayalonely says:

    Dewasa berarti tidak kekanak-kanakan… hehehe…

  24. anotherorion says:

    nawhi said: buseet dah serius n dalam banget ini postingan…mpe ga tau mau komen apa.Kamu habis ikut seminarnya Mario Teguh a Yo? He3

    hahaha engga wan abis keselek bantal nih jadi agak mereng2 gimana, tulung benerin dunk

  25. anotherorion says:

    thetrueideas said: saya bantu jawab ya mas, sudah…gak perlu ragu!

    maturnuwun mas, huft huft huft berarti sudah sah ya mas?

  26. ourliving says:

    waktu seseorang sudah bisa ‘berhenti’ memikirkan diri sendiri, saat seseorang bisa mengakui kesalahan dan kekurangannya lalu mengubah nilai negatif dalam dirinya menjadi nilai positif, saat seseorang sadar bahwa dunia tidak sepenuhnya berputar mengelilinginya, mungkin saat itulah kita bisa menyebut diri kita dewasa.(dewasa opo ra egois yo…..)***waaaaaaaaa..tumben akuiso nulis koyo ngono kuwi ^^^^^^^^^^

  27. anotherorion says:

    kangdul said: Karena seiring bertambahnya umur kita, bertambah pula pengalaman hidup kita. Ada yang peduli, ada yang tidak sedangkan waktu terus berjalan. Mereka yang dewasa adalah yang memilih untuk peduli, meluangkan waktu sejenak untuk merenung, belajar dan mengambil hikmah dari pengalaman2nya.Baindewai, saka postingane wis ketok yen wis dewasa lho mas.. hehehehe

    masih banyak kekurangan kang, masih perlu mencari tahu apakah sudah siap menjadi dewasa atau memang usia yang terlanjur tua

  28. anotherorion says:

    katerinas said: Terkadang kita bisa dewasa terhadap orang lain, tapi belum tentu terhadap diri sendiri. Begitupun sebaliknya. pada saat yang sama, bagi orang lain keadaan ini kadang tidak tepat dengan yang seharusnya. Kadang juga, seseorang menjadi dewasa dalam menyikapi suatu masalah, tetapi ternyata tidak bijak dalam memberikan solusi. Lalu dimana dan kapan kedewasaan itu menjadi sempurna? Tak ada jawaban atas ”kapan”, selain ketika semua pihak mempunyai kemampuan memahami dari segala sisi. Ia tidak ”sendirian” tetapi bersama-sama, sehingga ada kondisi dimana setiap ”akhir” semua menjadi lega, lapang dada, dan berjiwa besar. Saya rasa, dengan kondisi seperti ini, anak2 kecilpun bisa disebut dewasa :)Ketika kehilangan terulang lagi, dan lagi, ia akan menjadi hal yang biasa. Rasa itu lama2 akan menjadi ”mati”. Tetapi tak usah lagi menangisi kehilangan, karena sesungguhnya kita ini memang tidak pernah memiliki apa2. Semua Yg dtg darinya akan kembali padaNya. Tetap semangat ya rio… Ada hikmah di ”Menjemur matahari di probabilitas nol” yang di repost td malam…dari kembaranmu πŸ˜€

    Iya mbak rien klo orang lain punya masalah kita masih bisa memberikan pandangan obyektif karena bukan kita yang menjadi first personnya, tp ketika kita yang kena masalah banyak hal yang terkungkung subyektifitas kita sendiri, yup tulisane bagus mbak rien, lakukan kebaikan sekecil apapun meskipun semua dunia menyebutnya tidak berguna

  29. anotherorion says:

    vira80 said: Bagiku prio udah cukup dewasa dr dulu bngt

    amin matur nuwun ya, masih lama neng Indonesia to?

  30. anotherorion says:

    vira80 said: kpn blk cilacap?

    masih ambigu ya, mudike dipending dulu lagi mikir yang lebih serius

  31. anotherorion says:

    ivoniezahra said: dewasa, proses yg tdk berhenti di satu titik πŸ™‚

    jadi kedewasaan itu bertahap yah mbak von?

  32. anotherorion says:

    ramanefatih said: urung dewasa lah, urung wani mbojo mbok rika? kaya cah cilik baen, kecing heheh

    hahaha ramane ngompori, ramane ngompori nyeh tak selangi rek ma hahahaha

  33. anotherorion says:

    inyong said: Baik kalo mau ngomongin dewasa , hayukkk aja, gini ceritanya orang dianggap dewasa kalo sudah bisa mimpi basah, gitu lho

    klo tidur ga bangun2 trus disiram air tu mimpi basah juga dudu om?

  34. anotherorion says:

    roebyarto said: salah satu tanda dewasa adalah sudah sunat.. wis sunat durung..? wkwkwkwk

    sik mas tak tanya ke bu bidan dulu, lali biyen sik nyunat aku sopo

  35. anotherorion says:

    puritama said: dewasa itu relatif ya? dewasa ucapan, tingkah laku, atau pikiran?(malah ikut2an nanya)

    mungkin gitu ver, termasuk apakah kemampuan mensinkronkan ketiganya adalah indikator sebuah kedewasaan atau bukan

  36. anotherorion says:

    agamfat said: Bisa menikmati film dewasa, atau comitted adultery

    klo anak kecil dijak nonton nanya2 mulu yah mas agam? hehehe

  37. anotherorion says:

    ayalonely said: Dewasa berarti tidak kekanak-kanakan… hehehe…

    bukannya banyak orang dewasa yang masih memelihara hobby kekanak2annya Ay? *terutama cowo, klo dah ngomongin bola sama anime

  38. anotherorion says:

    ourliving said: waktu seseorang sudah bisa ‘berhenti’ memikirkan diri sendiri, saat seseorang bisa mengakui kesalahan dan kekurangannya lalu mengubah nilai negatif dalam dirinya menjadi nilai positif, saat seseorang sadar bahwa dunia tidak sepenuhnya berputar mengelilinginya, mungkin saat itulah kita bisa menyebut diri kita dewasa.(dewasa opo ra egois yo…..)***waaaaaaaaa..tumben akuiso nulis koyo ngono kuwi ^^^^^^^^^^

    hmmm kata2 yang menarik yum, butuh lebih dari keberanian untuk mengubah kesalahan menjadi pengakuan dan pengakuan menjadi pijakan untuk menjadi pribadi lebih baikyak selamat anda telah dewasa dan tidak egois n_n

  39. ourliving says:

    anotherorion said: yak selamat anda telah dewasa dan tidak egois n_n

    ngece tenan ikj….saya masih dalam proses untuk menjadi ‘lebih’ dewasa akank….dan khususnya lebih tidak egois…karena tanpa saya sadari tingkah laku saya yang seenaknya sendiri itu sering sekali menyakiti orang lain T____T***lhaaa malah curhat

  40. ayalonely says:

    anotherorion said: bukannya banyak orang dewasa yang masih memelihara hobby kekanak2annya Ay? *terutama cowo, klo dah ngomongin bola sama anime

    kekanak-kanakan dalam bertindak n berpikir…kalo hobby yang kekanak-kanakan sih… lumayan buat refreshing… :))

  41. anotherorion says:

    hloh justru orang yang dewasa kan yang mau merenungi kedewasaannya sendiri dan kamu dah lulus nduk, namanya manusia salah itu wajar, dan mengulang kesalahan yang sama itu manusiawi, asal mau belajar sedikit demi sedikit memperbaikinya lha emang gitu yang seharusnyan_n

  42. anotherorion says:

    ayalonely said: kekanak-kanakan dalam bertindak n berpikir…kalo hobby yang kekanak-kanakan sih… lumayan buat refreshing… :))

    hehehe sepertinya aya masih punya hobby kekanak2an yah? hmm apa tuh??

  43. ourliving says:

    anotherorion said: hloh justru orang yang dewasa kan yang mau merenungi kedewasaannya sendiri dan kamu dah lulus nduk, namanya manusia salah itu wajar, dan mengulang kesalahan yang sama itu manusiawi, asal mau belajar sedikit demi sedikit memperbaikinya lha emang gitu yang seharusnyan_n

    iki jawaban dinggo aku yo kang?

  44. anotherorion says:

    ourliving said: iki jawaban dinggo aku yo kang?

    hooh ki koneksine saru, dadine salah ngequote postingan deh

  45. ourliving says:

    anotherorion said: hooh ki koneksine saru, dadine salah ngequote postingan deh

    ooo ngono….dikon njawab meneh ra kang?

  46. shofiyatun says:

    ehm…dewasa…dengan dewasa kita bisa membuat pilihan mau hitam atau putih…tau mau di zona abu-abu…:D

  47. anotherorion says:

    ourliving said: ooo ngono….dikon njawab meneh ra kang?

    hahaha hora ah, cukup cukup cukup

  48. anotherorion says:

    tapi kadang sof ketika dewasa kita menemukan realita bahwa putih tidak selalu mencerahkan dan hitam tidak selalu menyesatkan

  49. nggambleh says:

    anotherorion said: postingan ini serius, suer deh,

    wkekekekekek …… sorry mas …. dadi yah mana yah mene ki yen posting ra tau seriyes ta ……… blaik tiwas le maca pethenthengan …… wkekekekek

  50. anotherorion says:

    nggambleh said: wkekekekekek …… sorry mas …. dadi yah mana yah mene ki yen posting ra tau seriyes ta ……… blaik tiwas le maca pethenthengan …… wkekekekek

    wekekek ga popo mas aryo nek poso postingane disetel kendo wae, slow but sure

  51. nggambleh says:

    kangdul said: Karena seiring bertambahnya umur kita, bertambah pula pengalaman hidup kita. Ada yang peduli, ada yang tidak sedangkan waktu terus berjalan. Mereka yang dewasa adalah yang memilih untuk peduli, meluangkan waktu sejenak untuk merenung, belajar dan mengambil hikmah dari pengalaman2nya. Baindewai, saka postingane wis ketok yen wis dewasa lho mas.. hehehehe

    waaaaaa …… iki lho replaiyan yang selalu kutunggu …. simpel, tu nde poin, iluminating

  52. ikut baca ya ^^

  53. anotherorion says:

    ekspresilepas said: ikut baca ya ^^

    monggo mbak dian

  54. roebyarto says:

    anotherorion said: termasuk apakah kemampuan mensinkronkan ketiganya adalah indikator sebuah kedewasaan atau bukan

    waduuhhh…. bahasa kelas tinggi cah… ora mudeng..

  55. anotherorion says:

    roebyarto said: waduuhhh…. bahasa kelas tinggi cah… ora mudeng..

    haiyah mas totok, njenengan ki sik sempainya aku je, aku kan masih newbie mas

  56. rirhikyu says:

    Dewasa? Bukan tergantung umur:)

  57. nggambleh says:

    waktu ku kecil aku ingin menjadi dewasa,karena orang dewasa kelihatannya bisa melakukan apa saja sesuai keinginan merekaSetelah dewasakulihat enakan menjadi anak kecil,mereka bebas melakukan apa saja tanpa takut dibebani rasa tanggung jawab

  58. anotherorion says:

    rirhikyu said: Dewasa? Bukan tergantung umur:)

    karena tua bukan berarti dewasa ya mbak feb??n_n

  59. anotherorion says:

    nggambleh said: waktu ku kecilaku ingin menjadi dewasa,karena orang dewasa kelihatannya bisa melakukan apa saja sesuai keinginan merekaSetelah dewasakulihat enakan menjadi anak kecil,mereka bebas melakukan apa saja tanpa takut dibebani rasa tanggung jawab

    hahahaha akur mas, kene do nekeran wae yo

  60. nggambleh says:

    anotherorion said: hahahaha akur mas, kene do nekeran wae yo

    kono udumu dokokna kono tak timplike saka kene ……. wkekekekekekek

  61. anotherorion says:

    nggambleh said: kono udumu dokokna kono tak timplike saka kene ……. wkekekekekekek

    kekekekek hayoh mainkan

  62. rawins says:

    wis bisa nulis kaya kiye berati ya wis dewasasuer. iki serius…

  63. anotherorion says:

    rawins said: wis bisa nulis kaya kiye berati ya wis dewasasuer. iki serius…

    hahaha tapi nek diuncali angpau tasih gelem loh

  64. nggambleh says:

    *karo nekeran*“menjadi dewasa ki ra perlu meksa …. sing penting bisa mengatasi masalah di depan kita dengan adil dan bisa dipertanggung jawabkan” *nyentek gacuke mas ano*

  65. anotherorion says:

    nggambleh said: *karo nekeran*”menjadi dewasa ki ra perlu meksa …. sing penting bisa mengatasi masalah di depan kita dengan adil dan bisa dipertanggung jawabkan”*nyentek gacuke mas ano*

    leres kang ngga masalah ntar yang komplain dari mana, depan bisa belakang bisa*ra keno mas, giliranku saiki*

  66. rawins says:

    anotherorion said: hahaha tapi nek diuncali angpau tasih gelem loh

    kuwe sih dudu masalah dewasa apa ora. tapi clamit atau mangas..hahaha

  67. anotherorion says:

    lha giye sing dijaluki kelebune medit apa pelit yah?*mbales kweh

  68. nggambleh says:

    anotherorion said: leres kang ngga masalah ntar yang komplain dari mana, depan bisa belakang bisa*ra keno mas, giliranku saiki*

    *aja banter-banter sing nyentek lho mas*mesti bakal ra ana kepuasan mas … sebab adil sing sak tenane ki kandhane simbah ming kagungane pangeran, lha kedewasaan itu akan terbentuk dengan sendirinya lewat pemahaman permasalahan2 yang sering dihadapi ……. *asem ik kena, titis tenan jebule wong iki*dadi semangkin sering orang menghadapi permasalahan disekitarnya semangkin dewasa pula orang itu … kuwi ya ngendikane simbah meneh …… heheheheh*kebanteren leh mu nimplik mas nekerku brocel saiki*

  69. ourliving says:

    anotherorion said: hahaha hora ah, cukup cukup cukup

    yo wes lah..tak nongkrong nang kene wae nak ngono

  70. anotherorion says:

    nggambleh said: *aja banter-banter sing nyentek lho mas*mesti bakal ra ana kepuasan mas … sebab adil sing sak tenane ki kandhane simbah ming kagungane pangeran, lha kedewasaan itu akan terbentuk dengan sendirinya lewat pemahaman permasalahan2 yang sering dihadapi ……. *asem ik kena, titis tenan jebule wong iki*dadi semangkin sering orang menghadapi permasalahan disekitarnya semangkin dewasa pula orang itu … kuwi ya ngendikane simbah meneh …… heheheheh*kebanteren leh mu nimplik mas nekerku brocel saiki*

    mungkin kuwi mergane mas, menungsa disebut makhluk sing sempurna, dudu dalam artian sempurna ki ampuh dalam segala hal ning menungsa ki iso ngrumangsani kekurangane lan gelem bersyukur karo opo kang dadi paringane pengeran*padahal leh ku nyenthel ki karo telunjuk lho mas, rak arang to wong nekeran kok nyentile nganggo telunjuk ngene, po meneh nganggo jempol hahaha

  71. anotherorion says:

    ourliving said: yo wes lah..tak nongkrong nang kene wae nak ngono

    hayo kene melu nekeran wae, mumpung ibu kartini dah mempelopori jaman emansipasi

  72. nggambleh says:

    anotherorion said: mungkin kuwi mergane mas, menungsa disebut makhluk sing sempurna, dudu dalam artian sempurna ki ampuh dalam segala hal ning menungsa ki iso ngrumangsani kekurangane lan gelem bersyukur karo opo kang dadi paringane pengeran

    ha-a …………. wkekekekek*lehku nggawa neker jebul mik siji mas …….. sik tuku neng nggone tokone ahong sik*

  73. anotherorion says:

    nggambleh said: ha-a …………. wkekekekek*lehku nggawa neker jebul mik siji mas …….. sik tuku neng nggone tokone ahong sik*

    tepuk jidatha iki mau nekere limo nggone sopo wae??

  74. nggambleh says:

    nggonamau kabeh …… wkekekekekeek

  75. anotherorion says:

    nggambleh said: nggonamau kabeh …… wkekekekekeek

    lha pantes kok ketoke nekerku ra nambah2

  76. mooncatz says:

    sedewasa apapun orangna, pasti masih punya sifat anak-anak ;D ngga peduli yang dewasa itu usiana atau pengalamanna, pasti sifat anak-anak itu melekat :)ngomong-ngomong, mana ya yang bahas golongan darah? *celingak celinguk*

  77. itapage says:

    yg usia diatas 40 thn aja kadang sikap kanak2nya muncul. :-)) tp buat hidup berwarna, so no worry ya om…

  78. roebyarto says:

    ourliving said: waktu seseorang sudah bisa ‘berhenti’ memikirkan diri sendiri,

    Aku tidak bersepakat dgnmu adikku…ketahuilah..tidak ada satupun manusia di muka bumi ini tidak berfikir untuk dirinya sendiri sama sekali. tetapi aku bersepakat bila manusia di muka bumi ini (khuus : Dewasa) adalah mereka yang mampu menempatkan kepentingan umum dan kepentingan orang yang dikasihi diatas kepentingan pribadi (baca : diri sendiri)

  79. roebyarto says:

    rirhikyu said: tergantung umur

    tergantung ning cantholan…mosok umur iso kanggo gantungan..? wkwkwkwk

  80. rirhikyu says:

    Enakan jd dewasa tanpa beban kayak anak kecil*bisa gak ya? Wakakakakaaka

  81. rawins says:

    anotherorion said: lha giye sing dijaluki kelebune medit apa pelit yah?*mbales kweh

    kudu genah disit sing dejaluk kuwe zakat, infaq, sodakoh apa kredit..?

  82. anotherorion says:

    mooncatz said: sedewasa apapun orangna, pasti masih punya sifat anak-anak ;D ngga peduli yang dewasa itu usiana atau pengalamanna, pasti sifat anak-anak itu melekat :)ngomong-ngomong, mana ya yang bahas golongan darah? *celingak celinguk*

    mungkin karena orang dewasa pernah jadi anak2 sedangkan anak2 belum pernah menjadi orang dewasa yah mbak mona heheheyang golongan darah disini mbakhttp://anotherorion.multiply.com/journal/item/310

  83. anotherorion says:

    itapage said: yg usia diatas 40 thn aja kadang sikap kanak2nya muncul. :-)) tp buat hidup berwarna, so no worry ya om…

    masa anak2 memang tidak bisa dilupakan yo mbak ita, sampe kebawa di usia tua hehehe

  84. anotherorion says:

    roebyarto said: tergantung ning cantholan…mosok umur iso kanggo gantungan..? wkwkwkwk

    mas totok jangan kelamaen tergantung ndak bablas sakdurung lebaran ki

  85. anotherorion says:

    rirhikyu said: Enakan jd dewasa tanpa beban kayak anak kecil*bisa gak ya? Wakakakakaaka

    bikin hari kayak anak kecil wae yo mbak feb, biar nyaingi hari anak nasional hehehe

  86. anotherorion says:

    rawins said: kudu genah disit sing dejaluk kuwe zakat, infaq, sodakoh apa kredit..?

    nek sing paling ikhlas sing ndi? nek biasane kriditan ya ngridit baen

  87. kangdul says:

    nggambleh said: iluminating

    sopo sing njaluk dilaminating, Om.. ^_^

  88. anotherorion says:

    kangdul said: sopo sing njaluk dilaminating, Om.. ^_^

    wkwkwkwk iluminating ki opo to kang? kosakata anyar kuwi

  89. kangdul says:

    anotherorion said: wkwkwkwk iluminating ki opo to kang? kosakata anyar kuwi

    Woo.. salah maca aku..takkira laminating ^_^takono sing nduwe unen – unen mas a.k.a rakamas prabu Haryo ngGambleh kae..

  90. anotherorion says:

    kangdul said: Woo.. salah maca aku..takkira laminating ^_^takono sing nduwe unen – unen mas a.k.a rakamas prabu Haryo ngGambleh kae..

    sik kang tak nyiapke ube rampe sik nggo nyambut mas aryo*nggawe kopi meneh

  91. nggambleh says:

    anotherorion said: wkwkwkwk iluminating ki opo to kang? kosakata anyar kuwi

    ana sing ngomong jarene artine mencerahkan

  92. nggambleh says:

    anotherorion said: sik kang tak nyiapke ube rampe sik nggo nyambut mas aryo*nggawe kopi meneh

    ndi kopine ? …….. tokone ahong tutup ……. ra sida tuku neker πŸ™‚

  93. kangdul says:

    nggambleh said: ana sing ngomong jarene artine mencerahkan

    Ooo… nyemak penggamblehane Om nggambleh, aku dadi tercerahkan kih *manthuk – manthuk*

  94. nggambleh says:

    kangdul said: Ooo… nyemak penggamblehane Om nggambleh, aku dadi tercerahkan kih *manthuk – manthuk*

    *mbayar*

  95. anotherorion says:

    nggambleh said: ana sing ngomong jarene artine mencerahkan

    woo ngaten to kang, sip sip mlebu catetan yo kang

  96. anotherorion says:

    ki copimix telung gelas nggo lek lekan wong telu hehehe, wis bengi ora nekeran nekere ngko ilang kabeh dolanan mercon wae kang

  97. kangdul says:

    nggambleh said: *mbayar*

    jiakakakkak..kapitalis-e ra ilang – ilang πŸ˜€

  98. kangdul says:

    anotherorion said: ki copimix telung gelas nggo lek lekan wong telu hehehe, wis bengi ora nekeran nekere ngko ilang kabeh dolanan mercon wae kang

    le ngreply koq sakhohah to mas..sajake mulkipline lagi weng po ya

  99. nggambleh says:

    kangdul said: jiakakakkak..kapitalis-e ra ilang – ilang πŸ˜€

    lha le oleh ki ya nganggo pawitan jare

  100. anotherorion says:

    kangdul said: le ngreply koq sakhohah to mas..sajake mulkipline lagi weng po ya

    dudu kang iki modemku sik bawel hehehe

  101. kangdul says:

    nggambleh said: lha le oleh ki ya nganggo pawitan jare

    jarene arep ngelmu iklas.. piye to?lha koq malah nggolek bathi to ^_^

  102. anotherorion says:

    kangdul said: jarene arep ngelmu iklas.. piye to?lha koq malah nggolek bathi to ^_^

    ijih nggo ngragati le sinau ngelmu iklas kuwi yo mas aryo

  103. nggambleh says:

    kangdul said: jarene arep ngelmu iklas.. piye to?lha koq malah nggolek bathi to ^_^

    kuwi wis dijawab mas ano ………. wkekekekek*nggleleng*

  104. nggambleh says:

    anotherorion said: ijih nggo ngragati le sinau ngelmu iklas kuwi yo mas aryo

    contone pak kyai kae …….. pak kyai ki kurang apa, gudange ilmu iklas ….. ning yen njuk dikon maringi tausyiah neng yoja mangka daleme jakarta tur kon ragat dhewe, harak padha karo nyikil pitik ta kuwi …… wkekekekekek

  105. anotherorion says:

    nggambleh said: kuwi wis dijawab mas ano ………. wkekekekek*nggleleng*

    hehehe kan jer basuki mowo beyo kang

  106. anotherorion says:

    nggambleh said: contone pak kyai kae …….. pak kyai ki kurang apa, gudange ilmu iklas ….. ning yen njuk dikon maringi tausyiah neng yoja mangka daleme jakarta tur kon ragat dhewe, harak padha karo nyikil pitik ta kuwi …… wkekekekekek

    nek kuwi yo kebangeten lah kang nek mung kauman ro kraton nyeker wae gapopo nek mlaku yojo jakarta yo nelongso to yoooo

  107. nggambleh says:

    anotherorion said: nek kuwi yo kebangeten lah kang nek mung kauman ro kraton nyeker wae gapopo nek mlaku yojo jakarta yo nelongso to yoooo

    lha wong pikirane panitiyane ki pak kyaine wis sugih je …….. wkekekekek

  108. kangdul says:

    nggambleh said: contone pak kyai kae …….. pak kyai ki kurang apa, gudange ilmu iklas ….. ning yen njuk dikon maringi tausyiah neng yoja mangka daleme jakarta tur kon ragat dhewe, harak padha karo nyikil pitik ta kuwi …… wkekekekekek

    Woooo.. lha kuwi ki nggo ngetes gelar Kyai-ne je.. Nyekel gelar Kyai ki rak kudune nduwe linuwih; ora malah mung kanggo sarana nggolek duit to..Lha mongsok mung Yoja – jakarta wae wis sambat..Kamongko umate wis pating klarah neng sakubenging donya je..

  109. kangdul says:

    anotherorion said: hehehe kan jer basuki mowo beyo kang

    nek karo sing nduwe omah, aku manut sik…rung wani ngeyel..hihihi

  110. anotherorion says:

    kangdul said: nek karo sing nduwe omah, aku manut sik…rung wani ngeyel..hihihi

    hehehe lha kene sik luwih enom kudune sik manut njenengan kang

  111. ayalonely says:

    anotherorion said: hehehe sepertinya aya masih punya hobby kekanak2an yah? hmm apa tuh??

    nonton kartun… daripada nonton sinetron… hehe

  112. kangdul says:

    anotherorion said: hehehe lha kene sik luwih enom kudune sik manut njenengan kang

    manut memanut ki dudu masalah enom tuwo..ning masalah kedewasaan*jare postingane iki ^_^ *

  113. fahranza says:

    anotherorion said: postingan ini serius, suer deh, sedang dalam dilema, dan tak tahu harus gimana hufftttt

    Ery juga serius nih Pri….kamu sosok yang cukup dewasa sebagai jomblo, tapi ga cukup dewasa untuk menikah…hehe…

  114. nggambleh says:

    fahranza said: Ery juga serius nih Pri….kamu sosok yang cukup dewasa sebagai jomblo, tapi ga cukup dewasa untuk menikah…hehe…

    *mesem thok*

  115. nggambleh says:

    kangdul said: Nyekel gelar Kyai ki rak kudune nduwe linuwih; ora malah mung kanggo sarana nggolek duit to..

    padiyake kyai jaman mbiyen wae …. pengin neng mekah mung numpak blarak …….. wkekekekekek

  116. anotherorion says:

    ayalonely said: nonton kartun… daripada nonton sinetron… hehe

    akur ya kapan2 bikin acara nonbar kartun deh

  117. anotherorion says:

    kangdul said: manut memanut ki dudu masalah enom tuwo..ning masalah kedewasaan*jare postingane iki ^_^ *

    cleguk lha kok dadi mbaliktepuk jidat

  118. anotherorion says:

    fahranza said: Ery juga serius nih Pri….kamu sosok yang cukup dewasa sebagai jomblo, tapi ga cukup dewasa untuk menikah…hehe…

    huft huft berarti klo mo nikah harus lebih dewasa kan er, masih banyak yah kekurangannya untuk siap jadi seorang kepala keluarga nantinya

  119. anotherorion says:

    nggambleh said: *mesem thok*

    healah komen dong kang

  120. anotherorion says:

    nggambleh said: padiyake kyai jaman mbiyen wae …. pengin neng mekah mung numpak blarak …….. wkekekekekek

    nek jamane simbah2 buyut biyen rak numpake prau layar to mas?

  121. nggambleh says:

    anotherorion said: healah komen dong kang

    ra tegel ….. wkekekekekek

  122. nggambleh says:

    anotherorion said: nek jamane simbah2 buyut biyen rak numpake prau layar to mas?

    kuwi rak kyai lawaran … sing wis buntas sakehing kawruh tumpakane blarak ….. heheheheh

  123. anotherorion says:

    nggambleh said: kuwi rak kyai lawaran … sing wis buntas sakehing kawruh tumpakane blarak ….. heheheheh

    hahaha ndadak mantak aji sik ora kuwi kang?

  124. anotherorion says:

    nggambleh said: ra tegel ….. wkekekekekek

    mumpung sesuk lhe lebaran sisan le maap2an hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: