Love Letters

Cuaca yang panas memaksaku mempercepat langkah menuju kos-kosan kecil di ujung gang. dua set lembaran fotokopian tak terlalu berguna menghalau teriknya mentari, mungkin sebentar lagi hujan turun. “mas Yan, tunggu” Sesosok gadis mungil muncul di belakangku, senyumnya tulus mengembang, ah entah kenapa kurasakan dia selalu berbeda terhadapku. “ada apa ran?”“ada titipan buat mas Yan, tapi … Continue reading