Belajar dari Finlandia

Kita mengenal finlandia dengan nokia-nya, kita mengenal finlandia sebagai negara tetangganya tempat bersembunyi mantan panglima GAM Hasan Tiro, mungkin teman2 punya jawaban2 lain ketika mendengar nama negara ini.

Finlandia adalah negara yang konon memiliki tingkat korupsi terendah di dunia, sekaligus negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Setidaknya itu yang aku tangkap dari program acara Wideshot-nya metroTV hari ini. Dari acara itu setidaknya aku menangkapnya kek paragraf2 dibawah, bisa jadi emang begitu adanya atau tidak semuanya benar, hanya sedikit informasi yang bisa aku dapatkan n kemudian aku simpulkan dalam tulisan ini. Selamat menikmati

Sistem pendidikan di Finlandia menurutku sangat unik, setiap kelas hanya diajar oleh 3 orang guru selama jenjang pendidikan tertentu. Model pembelajarannya dengan metode team teaching, dimana ada guru yang berperan menjelaskan materi dan ada guru yang bertugas membimbing siswa yang kesulitan terhadap materi. Setiap kelas sendiri maksimal terdiri dari 20 siswa.

Menjadi seorang guru di Finlandia sangat berbeda dengan di Indonesia, seorang guru di Finlandia haruslah minimal berpredikat Master atau S2, dengan kriteria merupakan 10 lulusan terbaik dari universitas terbaik pula. Apa yang dapat anda bayangkan anda belajar bersama 3 orang guru yang memiliki kompetensi terbaik di negara anda?

Guru di Finlandia diberi kebebasan penuh membuat kurikulumnya sendiri, memberikan penilaian terhadap siswa siswinya selama jenjang pendidikan.

Jika dibandingkan Indonesia yang mengedepankan UN untuk penentuan kelulusan, Finlandia sebaliknya, siswa tidak dipaksa mengikuti ujian evaluasi jenjang pendidikan, siswa diperbolehkan memilih mata ujian apa yang ingin mereka tempuh, kecuali ujian bahasa Finlandia yang merupakan ujian wajib bagi siswa.

Ujian2 tersebut bukanlah untuk mengukur keberhasilan siswa menyelesaikan level pendidikan melainkan digunakan untuk mengukur keberhasilan guru dalam mengajar! Jujur, salut dengan bagaimana Finlandia menerapkan sistem pendidikan yang sangat bagus.

Dengan demikian, guru dengan gelar master sekalipun akan berusaha memberikan yang terbaik untuk siswa siswinya, berusaha membuat siswa siswinya dapat mencerna apa yang mereka sampaikan di kelas. Adanya team teaching memudahkan proses tersebut dimana guru akan saling bekerja sama demi kemajuan belajar siswa, oleh karena itulah setiap kelas hanya dipegang 3 orang guru selama masa pendidikannya. Kenapa? agar guru dapat benar2 memahami karakter siswanya dan dapat mengarahkan siswanya untuk menggali bidang kemampuan terbaik siswa.

Di Finlandia, biaya sekolah gratis, dan siswa tidak mengenakan seragam, learning is fun, bagi pihak sekolah memungut uang sekolah dari orang tua siswa adalah tindakan ilegal dan melawan hukum.

b n_n d

Indonesia?

Dengan negeri yang kaya raya ini, sistem pendidikan sangat rentan dengan kecurangan, UN sebagai pembaptis kelulusan seorang siswa mungkin hanya dapat menilai sedikit kecerdasan yang dibantu dengan sedikit kecurangan pula. Kepriwen maning wis kaya kuwe kawit kanane

Karakter pendidikan yang menunjukan kualitas mental siswa sebagai satria piningit sama sekali tidak menjadi acuan, hanya metode ujian evaluasi kognitif saja yang dijadikan palu keputusan yang membelenggu sistem pendidikan kita. Jujur pengen mempelajari sistem pendidikan di Finlandia.

gambar diambil semena2 dari sini

Advertisements
Comments
103 Responses to “Belajar dari Finlandia”
  1. Hasan Tiro manggone nang Swedia, dudu FInlandia

  2. anotherorion says:

    hooo iyo pekok, ganti ahhh

  3. anotherorion says:

    huwasemmmmmmmmmm lambretaaaaaaaaaa, kebelet madang barang mbang tinggal sik hahahaha

  4. Yo,pokoke ndang koreksien lho

  5. jaraway says:

    ahahaha.. makane koq ono Hasan Tiro.. qeqeqeqeiyoo nek tentang pendidikan cen finlandia kereeen.. hihi.. ning kuliahmu juga ana kan penjelasane?

  6. anotherorion says:

    kuliah sing ndi jar? langka lah

  7. nanazh says:

    keluwesan birokrasi masih kurang kalau di Indonesia… pembatalan atau pun mengubah sistem UN akan memerlukan perjuangan birokrasi yang begitu panjang dan rumit..

  8. bundananda says:

    tau finlandia cm pas gara2 ruth sahanaya menang nyanyi..

  9. afriantodaud says:

    Tfs mas. Bagus!

  10. mywolly says:

    Setelah ngobrol langsung dan baca novelnya mang jamal (rakkaustarina dan louisiana), langsung jatuh cinta sama finlandia… Katanya relatif lebih mudah untuk dpt beasiswa disana.

  11. anotherorion says:

    mas anas UN ini baru yang ke sembilan x lho, n menurutku tetep masih belum bisa membuktikan apa2 tentang “persebaran kecerdasan” manusia indonesia

  12. anotherorion says:

    bunda: ruth menang nyanyi di finlandia?

  13. anotherorion says:

    mas afri: maturnuwun mas

  14. anotherorion says:

    mbak wulan: wah boleh juga tuh ntar klo abis kul disini, nyoba cari beasiswa kesana šŸ˜€

  15. bundananda says:

    iya mas ryo.. kalo ga salah dlu lagunya Kaulah Segalanya yg dijadiin versi English..(ketauan dah jadulnya aku hahaha)btw, sejak UN ada batasan nilainya, kulihat cara2 mo lulus jd aneh2 aja Mas.. kalo dulu paling bikin contekan,sekarang pd ke dukun, ke kuburan, macam2 dah…

  16. mywolly says:

    anotherorion said: mbak wulan: wah boleh juga tuh ntar klo abis kul disini, nyoba cari beasiswa kesana šŸ˜€

    Katanya kota kecil, mirip pedesaan gitu gambarannya. Cociks lah kalau buat sekolah yah.

  17. kopiradix says:

    pemandangan alamnya juga bagus, banyak danaunya šŸ˜€

  18. jandra22 says:

    TFS ya nak, sayang anak-anak saya dulu nggak dapat kesempatan sekolah di Finlandia. Istimewa bener ya di sana. Di Austria dan Belgia, sekelas isinya kurang lebih 24 murid. Gurunya ya banyak seperti sistem di negeri kita, satu MP satu guru kecuali SD. Satu kelas satu guru ditambah guru OR, Kesenian dan Agama.Saya seneng nih, nak Pryo sebagai guru mengamati pendidikan yang baik di negeri orang untuk bahan ngajar di sekolah Indonesia. Sukses selalu ya!

  19. jandra22 says:

    anotherorion said: bunda: ruth menang nyanyi di finlandia?

    Ruth menang festival di sana dulu banget.

  20. jaraway says:

    anotherorion said: kuliah sing ndi jar? langka lah

    sing pendidikan.. kan spdt to?

  21. jampang says:

    semoga petinggi negeri ini bisa belajar šŸ™‚

  22. anotherorion says:

    bundananda: yang jelas siswa malah lebih fokus, gimana caranya harus tetep lulus, entah nyontek cari wangsit dsb, nilai2 kejujuran, agama, PPKN blass gak ngefek

  23. anotherorion says:

    mbak wulan: malah jadi tenang belajare mbak

  24. anotherorion says:

    mas nahar: ning adem juga hihihi

  25. anotherorion says:

    maturnuwun bunda julie hehehe owalah kuwi jaman baheula to lhe menang nyanyine? kirain anyar2 iki

  26. anotherorion says:

    fajar: boro2, kuliah pendidikan nyong malah ora ngerti beda mata kuliah siji ro liyane, lha mirip2 kabeh mung beda dosene thok

  27. anotherorion says:

    mas rifki: amin*berharap dahlan iskan jadi menteri pendidikan*

  28. nisachem05 says:

    temen q lg blajar dsana..

  29. noorahmat says:

    dahlan iskan jadi menteri Pendidikan?…nggak banget…Kementrian Pendidikan butuh Orang yang 100% paham karakter pendidikan yang harus dibangun. Saya lebih Cenderung Prof Cony Semiawan atau Prof Arief Rahman.Btw…saya juga Pendidik di sebuah sekolah di Jakarta Utara. Kebijakan di sekolah saya, maksimal 1 kelas 20 anak. Siswa pun berhak untuk memilih mata pelajaran tertentu sejakr kelas 9. Sehingga mereka sudah spesifik belajar sesuai kemampuan dan keinginan mereka.Setahu saya di Finlandia menggunakan moving class. Mis Physics Class, ada Head Teacher, Assistant Teacher dan Student Tutor, selain itu di struktur kelas, ada Head of Student untuk tiap pelajaran.dst…sistem Pendidikan Negeri di Indonesia jauh lebih mirip dengan sistem pendidikan zaman feodal…alias masih setipe dengan pendidikan zaman Belanda yang dikhususkan bagi Pribumi.

  30. asasayang says:

    indonesia?Jangankan mau lulusan S2, lha wong murid kelas 6 we bisa ngajar kok. .*liat berita maren lusa*

  31. noorahmat says:

    asasayang said: Jangankan mau lulusan S2

    Sebenarnya ada banyak guru di Jakarta yang S2…tapi S2-nya tidak relevan dengan mata pelajaran yang diajar. Itupun terlepas dari pembahasan terkait kompetensi mereka dalam hal penguasaan materi dan keluasan wawasan…Saya pernah beberapa kali bertemu guru semacam itu ketika mengawas ujian Nasional…mereka (rata-rata Guru Negeri), ketika memperkenalkan diri selalu menyebut dengan bangga titelnya yang berderet, Drs, MBA, MM…dll, walau tidak connect dengan pelajaran yang diajarnya…:)

  32. kaklist says:

    yuk pindaaaah šŸ™‚

  33. anotherorion says:

    beasiswa mbak nisa?

  34. siantiek says:

    nanti kalo udh mempelajari kamu mau ngapain yo? jd mentri pendidikan di sini?

  35. asasayang says:

    maksud saya kesenjangan antara kota dg daerah sangat ketara. . .Mgkin di jkrta 1 kelas bisa 20 anak dg berbagai guru, sdgkan di daerah saking ga ada guru, murid kelas 6 diminta ngajar adik kelas 1 dan 2.

  36. anotherorion says:

    mas noorahmat: setidaknya orang itu bisa berpikiran out of the box, saya yakin orang pendidikan yang punya ide2 brilian, prof anies baswedan maupun prof yohannes surya maturnuwun untuk tambahan di finlandianya

  37. penuhcinta says:

    Dek, aku kemarin mulai baca-baca soal Finlandia di internet, dipicu diskusi tetang pendidikan di Amerika yang disorot di film Waiting for Superman. Ternyata sejak bayi saja, pendidikan anak2 di sana sudah diperhatikan oleh pemerintahnya. Setiap ibu yang baru melahirkan, akan diberikan beberapa buku bacaan, untuk dibacakan ke bayi-bayinya. Sekolah gratisnya mulai dari kelas Play-group buat bayi (6 bulan ke atas), lebih awal dari di AS saja yang baru bisa sekolah gratis sejak 3 tahun (Pre-K). Benar-benar menarik membaca soal pendidikan di Finlandia, tapi sayang aku belum tuntas membaca semuanya, keburu dikejar-kejar order ngosek sumur.

  38. indev says:

    Saya jadi inget perkataan guru geografi waktu SMP. “Klo orang-orang pintar dan cerdas di Indonesia ga ada yang mau jadi guru, lalu siapa yang akan mengajari generasi penerus bangsa”.Oya, di Finlandia, gaji guru itu sangaaaaaaaat tinggi.

  39. jandra22 says:

    noorahmat said: dahlan iskan jadi menteri Pendidikan?…nggak banget…Kementrian Pendidikan butuh Orang yang 100% paham karakter pendidikan yang harus dibangun. Saya lebih Cenderung Prof Cony Semiawan atau Prof Arief Rahman.

    Setuju, kita nggak boleh naruh sembarangan orang apalagi yang serudak-seruduk untuk jadi Menteri Pendidikan. Saya condong ke pak Arief Rahman yang kaya pengalaman mengajar mulai dari tingkat dasar sampai tingkat tinggi.

  40. rhedina says:

    Untuk anak2 yg sedang menghadapi UN semoga Allah memudahkan…aamiin.

  41. nonragil says:

    anotherorion said: Di Finlandia, biaya sekolah gratis, dan siswa tidak mengenakan seragam, learning is fun, bagi pihak sekolah memungut uang sekolah dari orang tua siswa adalah tindakan ilegal dan melawan hukum.

    Hal yang sama di P’cis, Yo. Sekolah gratis dan tidak pakai seragam. Cuma bedanya di P’cis, pihak sekolah meminta sumbangan, tapi beneran tidak memaksa, kalau tidak memberipun tidak ada masalah. Dan tujuan dari sumbangan itu, digunakan oleh masing-masing kelas sebagai tambahan seandainya ada acara ke luar, jadi tujuannya utk meringankan beban orang tua murid juga, khususnya yang kurang mampu.

  42. enkoos says:

    Finlandia = salah satu bagian dari Scandinavia (Swedia, Norwegia, Iceland). Sekolah harusnya memang gratis karena itu adalah hak setiap manusia untuk memperoleh pendidikan dasar.

  43. poedjie says:

    finlandia negara asalnya the ice man, kimi raikkonan * kalo ga salahun banyak kecurangan dsana-sini mas priyo *elus dada

  44. rawins says:

    berarti kalimantan mandan mirip mirip kuwe yosesekolahan gurune paling mung 2…#miris…

  45. tintin1868 says:

    perbandingan yang ga banget sebenernya..mereka penduduk sedikit, dan juga lebih makmur..

  46. rirhikyu says:

    pindah kesana yukkkk

  47. estiningtyas says:

    kapan ya kurikulum pendidikan di indo bs lebih baik..lebih ramah ke siswa

  48. afemaleguest says:

    1. lulusan S2 belum tentu bisa mentransfer knowledge lebih bagus lho. banyak orang cerdas yang tak mampu mentransfer ilmu dengan efisien seperti mereka menyerap ilmu itu sendiri. :)2. jumlah siswa di satu kelas memang sangat mempengaruhi keefektifan proses belajar mengajar, bukannya the more the merrier (emang pesta? :-p), namun the fewer, the more effective3. sedang membaca “Partikel”, secara pribadi aku sangat terkesan dengan cara Firas mendidik anaknya sendiri, Zarah, sang tokoh utama.4. mengenai UN, well, aku termasuk yang tidak setuju sebenarnya. di sekolah tempat aku bekerja, anak-anak (khusus kelas 12) diberi kebebasan untuk memilih ikut UN atau tidak, sepersetujuan orangtua tentu saja. orangtua yang akan mengirim anaknya kuliah keluar negeri kebanyakan sih memilih tidak mengikuti UN. kalau untuk kelas 9, anak-anak expat tidak wajib ikut UN, kalau kelas 6, semua wajib ikut UN, termasuk anak-anak expat, terutama jika mereka ingin (atau terpaksa) melanjutkan ke SMP di Indonesia, either international school or national school.

  49. tintin1868 said: perbandingan yang ga banget sebenernya..mereka penduduk sedikit, dan juga lebih makmur..

    yup! setuju sama mbak tin.mungkin dibandingkannya lebih cocok ke India. Mengapa mereka bisa menghasilkan banyak ahli2 IT? šŸ˜‰

  50. wikan says:

    ayo ndang pindah nang finlandia dab! šŸ™‚

  51. arminbell says:

    Wah… Finlandiaaa… lha kita koq studi banding Pramuka ke Afrika? #komengaknyambungtapikesal

  52. nisachem05 says:

    iy,tmen nisa scholarship dsana

  53. martoart says:

    Mas, mbok ya mbandinginnya dengan negara yg terbelakang banget dong.. biar kita bisa kesannya hebat dikit gitu napa?;)

  54. wikan says:

    yang jelas finlandia itu adem, 9 bulan musim dingin. mau? šŸ™‚

  55. debapirez says:

    S2 jd guru (bukan dosen)? Ra ono duit’e mas hehe….Tp enak lho diajar org pintar. Pola pikir kita jd berubah… Ah,semoga aja nanti ada perbaikan bagi pendidikan Indonesia ke arah sana…

  56. dhave29 says:

    disana pasti pake Nokia semua… gak ada hp cina… ya?beda dengan kita.. bisa bikin batik, masih saja impor….apalagi beras…

  57. anotherorion says:

    waduh dawane mbukak versi mobile ora penak e, tar ganti versi reguler sik

  58. anotherorion says:

    mbak lina, anak kelas 6 SD terpaksa ngajar adik2 kelasnya karena kekurangan guru kah?

  59. anotherorion says:

    mas noorahmat: tahun kemaren pemerintah menyelenggarakan program KKT (Kependidikan dan Kewenangan Tambahan) disiapkan buat mahasiswa kependidikan/ guru yang mengajar mata pelajaran di luar bidangnya, mengingat sekarang musim sertifikasi banyak guru kekurangan “kuantitas” jam mengajar sehingga nyaplok mata pelajaran di luar bidangnya. Meskipun jembatan ini terlihat bagus, saya melihatnya ini sebatas proyek2 dinas pendidikan seperti biasanya, bagi2 uang kuliah untuk mahasiswa KKT (tiap mahasiswa dapet duit 1.25-2.5 juta/bulan) saya melihatnya seperti akta IV beberapa tahun lalu, sempat digembar gemborkan, sekarang statusnya malah enggak tau deh jelas apa enggaknya, gonta ganti plakat kementrian, dsb blas enggak bermutu

  60. anotherorion says:

    mbak list jangan lupa borong kangkung n tempe dulu buat persiapan disana

  61. anotherorion says:

    enggak mbak nani, aku malah kepengen punya semacam lembaga pendidikan sendiri, mungkin setara SMP-SMA yang menerapkan standar mutu sendiri, tanpa acara UN-UNan

  62. anotherorion says:

    mbak irma: mantep ya? disini entah deh kapan bisa seperti itu, mungkin pemerintah emang berharap kita bodoh2 mulu, biar kekuasaan mereka gak ada yang ngusik

  63. anotherorion says:

    mbak evi: stigma di Indonesia, yang pinter jadi insinyur, yang kuat jadi pilot, yang kaya jadi dokter, yang ganteng jadi artis, sisanya jadi karyawan, jadi guru itu karena gak ada pilihan lain šŸ˜€

  64. anotherorion says:

    teh dewi:amin moga mereka bisa lulus dari jebakan pemerintah ini

  65. anotherorion says:

    mbak helene: asik dong mbak helene, btw klo di prancis ada gak to anak2 yang hidupnya dijalanan (kek pengemis2 anak di kota2 besar) n mereka sekolah juga gak ya?

  66. anotherorion says:

    mbak kusminah: btw di finlandia ada vikingnya juga gak ya? denger2 viking tuh gak cuma ada di norwegia doang?di Indonesia tanggung jawab pendidikan anak ada di tangan orang tua, gitu

  67. anotherorion says:

    kang topan nek nokia kolopaking itu asli indonesia je

  68. anotherorion says:

    mbak puji: UN tahun ini diwarnai adanya penandatanganan pakta integritas buat pengawas, ya gitu deh intinya siap tidak membantu siswa berbuat curang, ning jujur ae, selain ujian CPNS sama model SPMB nggolek siswa jujur ki angel, jadi serba salah klo liat siswa pada bisik2 cari jawaban. Ngediemin salah, tapi mo ngelarang juga ntar kasian siswanya malah pada semakin tegang n ketakutan

  69. anotherorion says:

    kang rawins: pada nemplok nang jawa kabeh, kaya nyong kiye, siki mandan mending ana indonesia mengajar, sethitik2 isa mbantu lah nggo pendidikan pelosok, cuma mbok ya aja mung SD thok sisan SMP-SMAne

  70. anotherorion says:

    mbak tintin tapi kan disana cuma 4 musim, disini ada musim kawin, musim tawur, musim geng motor, musim demo sama musim galau, eaaa?*ditabok TOA*

  71. anotherorion says:

    mbak feb: ikan pindangnya dibawa buat bekel ya?

  72. nonragil says:

    anotherorion said: mbak helene: asik dong mbak helene, btw klo di prancis ada gak to anak2 yang hidupnya dijalanan (kek pengemis2 anak di kota2 besar) n mereka sekolah juga gak ya?

    Ada, Yo, tapi anak-anak tersebut berasal dari Rumania, yang mana mereka memang hidupnya berpindah-pindah. Tapi, untuk anak-anak Perancis sendiri, adalah satu keharusan untuk bersekolah sampai umur 18 tahun. Kalau sampai ketahuan bahwa ada anak yang tidak bersekolah atau berkeliaran di jalan, maka orang tua mereka yang akan dimintai pertanggung jawaban, biasanya urusannya sampai ke kantor polisi.

  73. anotherorion says:

    mbak esty: ntar mbak nunggu plakat kemdikbud ganti nama lagi baru dipikirin*keki sama pemerintah proyek*

  74. anotherorion says:

    mbak nana: hahaha seru ki diskusine1. Heem mbak pancen ngono, gak semua orang bisa mentransfer ilmu sama baiknya dengan kemampuan mereka menyerap ilmu, contone ya dosenku saiki, walah tobat, sik diajarke ki sakjane apik, ning dekne modal kere, presentasi ndonlot duwekne wong LN, dipresentasike, perkoro mahasiswane ra dong luweh sik penting selama 2.5 jam dekne ngomong ra ono leren’e, mending nek sekali pelajaran sak presentasi, lha 20 power point dibukak acak ngalor ngidul je, boro2 nyatet, moco ae ra sempet.2. nek siswane sithik guru iso luwih gampang mengarahkan, tergantung karo kemampuan gurune n tipikal siswane juga, biyen ngajar cah sithik ning bocahe do nggleling kabeh yo tobat e3. Ha kuwi mbok dicritake lhe mendidik ki kepiye to?4. Kampus njobo enggak mengharuskan adanya nilai UN soale ya mbak? malahane nek ngono lha neng dalam negri sakjane yo ra payu, ha kabeh kampus butuh ngadake ujian masuk ben entuk duit soale, wegah kalah karo dinas pendidikane

  75. anotherorion says:

    mbak vrisca: banyak pameo katanya negeri2 yang dijajah inggris lebih makmur daripada belanda *ngeliat singapura, malaysia, australia, hongkong, india dsb* giliran ditanya mau dijajah lagi gak? enggak mau :Dentah juga opo yo sik marake ngono padahal ngomongin kemiskinan, sini ma sana gak terlalu beda, soal transportasi malah parahan sana

  76. anotherorion says:

    wikan: bukane wis penak neng austria?

  77. anotherorion says:

    bang armin: yang penting uang sakunya sih

  78. anotherorion says:

    kang marto: kuwi masalahe stok negara terbelakang buat dibandingkan dah menipis, liyane do mulai maju, kene jih nggolek adem ayeme dewe

  79. anotherorion says:

    wikan: nang indonesia sepanjang tahun musim galau je, piye jal?

  80. anotherorion says:

    dedi: haha piye ya, ya emang kek ngono sih yah, mangkane do wegah dadi guru, jih okeh gawean liyo sik luwih iso menghasilkan

  81. anotherorion says:

    ipie: heem pie, moga aja pendidikan di indonesia bisa lebih baik

  82. anotherorion says:

    wah mantep tuh, orangtuanya dianggap melalaikan kewajibannya ya? orang rumania itu imigran legal/ ilegal mbak? rumania itu yang terkenal dengan gypsi itu to?

  83. asasayang says:

    iyo mas, cuma ada 3 guru di SD itu.

  84. anotherorion says:

    kadang ngasi ruang kelase wis bolong2 gurune malah seneng soale luwih penak lhe mulang rong kelas sekaligus, mesake tenan

  85. asasayang says:

    ho’oh*miris

  86. nonragil says:

    anotherorion said: wah mantep tuh, orangtuanya dianggap melalaikan kewajibannya ya? orang rumania itu imigran legal/ ilegal mbak? rumania itu yang terkenal dengan gypsi itu to?

    Iya, Yo, orang tua dianggap telah melalaikan kewajiban dengan membawa anak ke sekolah. Orang Rumania masuk ke P’cis secara legal, karena mereka sudah masuk dalam Uni Eropa, cuma…..dengan kedatangan mereka, tingkat kriminalitas di sini jadi meningkat, krn kebanyakan dari mereka adl tukang copet, pengemis, prostitusi, pencuri mobil-mobil mewah. Iya, mereka adalah org-org gypsi.

  87. anotherorion says:

    eh mbak2 klo baca cerita tentang orang eropa ketoke kok enak ya? naik di jerman turun di prancis/belgia dsb tu apa enggak pada ribet ngurus paspor visa dll ya?

  88. anotherorion says:

    mbak lina pejabate mung mikir golek penake dewe ra mikir rakyate

  89. nonragil says:

    anotherorion said: eh mbak2 klo baca cerita tentang orang eropa ketoke kok enak ya? naik di jerman turun di prancis/belgia dsb tu apa enggak pada ribet ngurus paspor visa dll ya?

    Beberapa negara masuk Uni Eropa, jadi nggak perlu visa, Yo. Tapi kalau mau ke Rusia, misalnya, meskipun dah punya passport Eropa tetep harus ngurus visa. Dan di sini, untuk masuk ke negara Uni Eropa-pun, kalau kita punya ID semacam KTP, kita nggak perlu bawa passport, cukup dengan ID tersebut kita dah bisa ke luar masuk ke beberapa negara.

  90. anotherorion says:

    klo mahasiswa indonesia misal kul di jerman, mo main ke perancis gitu piye mbak? dari cerita2 kok gak ribet ya? itu gak pake ngurus2 visa segala kah?

  91. nonragil says:

    anotherorion said: klo mahasiswa indonesia misal kul di jerman, mo main ke perancis gitu piye mbak? dari cerita2 kok gak ribet ya? itu gak pake ngurus2 visa segala kah?

    Nggak perlu visa, Yo, karena para mahasiswa begitu apply visa di satu negara Eropa, mereka mendptkan visa Schengen, setahuku visa Schengen ini meliputi P’cis, Jerman, Belgia, Belanda, Itali, Portugal, Spanyol, Luxemborg. Makanya banyak mahasiswa Ind yang bisa jalan-jalan bebas ke beberapa negara di Eropa.

  92. anotherorion says:

    oooh gitu to mbak, pantes ae, keliatane kok liatnya bladas bludus batas negara gak papa šŸ˜€

  93. gambarpacul says:

    weh….gelagate arep S3 nang yurop

  94. anotherorion says:

    ngahahaha es teler baen kang ge S2 be mayan loh, mayan marakna sutris

  95. larass says:

    miris sekali yah td jg sempayt lihat TVone, masak UN bahasa indonesia nyontek?? haduuuhhhh lah kita kan bahasa nya bahasa indonesia?? mana pengawasnya cuman lihatin doang trus ada jg di daerah mana yah lupa masak pengawasnya malah lihat2 dan baca2 tulisan yg ada di tiap dinding di kelas, bukannya mengawasi fiiuuuhhh…..siapa yah yg patut bertanggung jawab utk sistem pengawasan UN yg gak tegas??? perasaan dulu larass UN ketat je pengawase

  96. larass says:

    bangsa indonesia tidak akan pernah bisa sama dengan bangsa2 hebat itu Yoo klu korupsi gak kelar2 urusannya hehehehehe….watak indonesia itu lempar batu sembunyi tangan

  97. larass says:

    indonesia itu bener2 kaya yah, kaya alam nya, kaya suku bangsa nya, kaya budaya nya jg kaya kebobrokannya

  98. noorahmat says:

    project oriented…

  99. noorahmat says:

    Kenapa saya selalu sensitif setiap kali nama Yohannes Surya disebut…cukup lama berinteraksi dengan beliau, ketika saya ketua Pehimpunan Mahasiswa Fisika Indonesia dan Asia Pasifik akhir 90-an. Trus mbantu penyelenggaraan Asian Physics Olympiad pertama di UPH… Saya tidak melihat Yohannes Surya sebagai seorang yang berfikiran out of the box…dia memang cerdas, namun dia bukan orang yang tepat untuk dijadikan referensi pendidikan di Indonesia.

  100. anotherorion says:

    larass kuwi juga lah marake mumet, nek bocah dipecicili terus mengko do nglokro, dinengke yo tetep nyonto, prinsipe ki bocah nek diuji ngono kuwi keweden ndak ora lulus mangkane kabeh cara digagas, sakjane ki pengawas ketok ra ngematke ki sakjane polahe bocah ketok kok ras, koyo ono tulisane neng bathukeAKU NYONTO PAK

  101. anotherorion says:

    mas rahmat, ha begitulah serba proyek otaknya, parahmaturnuwun tambahannya tentang prof yo n_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: